40 Mahasiswa dan Warga UI Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rektor Diminta Komitmen Dukung Satgas PPKS

Selamat datang Digfor Design di Portal Ini!

Depok – Aliansi Anti Kekerasan Seksual Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung pastoran. Aksi ini digelar sebagai lanjutan karena Kelompok Kerja (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS) berhenti bekerja karena tidak mendapat dukungan dari pihak kampus. 40 Mahasiswa dan Warga UI Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rektor Diminta Komitmen Dukung Satgas PPKS

Ketua Aksi dan Lembaga BEM UI Risalo Louis mengatakan, aksi demonstrasi tersebut merupakan aksi simbolis bahwa UI bukanlah tempat yang aman. Kekerasan seksual di UI disebut tidak ditangani dengan baik. Sebanyak 144 Pelajar di Jakarta Utara Terima Bantuan Pengurusan Ijazah

“Sejak beberapa hari lalu, Satgas PPKS UI menolak menerima laporan kekerasan seksual karena tidak ada bantuan operasional dari UI dan ruang operasional, serta Satgas PPKS UI tidak memiliki ruang yang cukup untuk bertindak. dan mencegah kekerasan seksual di UI,” ujarnya saat aksi, Kamis (27 Juli 2023).

Satgas PPKS UI untuk sementara waktu berhenti menerima laporan kasus kekerasan. Penangguhan ini berlaku mulai Senin (24/7). Sejak dibentuk delapan bulan lalu, Satgas PPPKS UI telah menerima puluhan kasus. Namun detail kasusnya belum bisa dijelaskan.

“Saya tidak bisa menjawab kasus saya karena dari Satgas dan tidak bisa diumumkan. Setahu saya korbannya lebih dari 40 orang dan pelakunya lebih dari 30 orang, ujarnya.

Sejak penghentian sementara, Kelompok Kerja belum menerima permohonan baru. Kelompok kerja hanya menindaklanjuti laporan-laporan yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Pokja sudah terbentuk, tapi mogok kerja karena UI tidak menyediakan tempat,” ujarnya.

Korban yang melapor ke satgas diantaranya adalah mahasiswa dan warga UI lainnya. Begitu pula dengan 30 pelaku yang di antaranya mahasiswa, tenaga pengajar, dan warga UI. “Ini mahasiswa, ada warga UI, ada juga dosen,” ujarnya.

Ada empat hal yang dituntut Rektor UI Air Kuncoro. Dengan kata lain, Rektor UI dan jajaran diperintahkan segera menemui rombongan pelaksana PPKS. Lebih lanjut, ia meminta agar tanggung jawab yang tertuang dalam Permendikbud terkait PPKS dapat dilaksanakan guna memperlancar tugas dan wewenang Pokja PPKS UI.

“Alokasikan dana operasional yang memadai dan sediakan infrastruktur serta ruang operasional yang memadai dan nyaman,” ujarnya.

Selanjutnya menuntut komitmen Rektor UI untuk mencegah dan mengatasi kekerasan seksual di UI. Lebih lanjut, ia meminta Rektor UI memenuhi seluruh permintaan Satgas PPKS UI untuk mengeluarkan pernyataan posisi PPKSUI sebelum batas waktu yang ditentukan PPKI UI, yaitu 31 Agustus 2023. 40 Mahasiswa dan Warga UI Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rektor Diminta Komitmen Dukung Satgas PPKS

Permintaan tersebut sesuai dengan pernyataan tanggal 1 Agustus 2023, Satgas PPKS akan menarik diri dari Satgas PPKS apabila permintaan tidak dipenuhi, tutupnya. Mengetahui aksi kekerasan seksual, DPM UI meminta Melki menghentikan ‘pertunjukan’ tersebut. Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UI) Universitas Indonesia 2023 Bonanza Haggai Sitorus meminta Melki berhenti berorasi dari panggung ke panggung. Digfor Design 1 Februari 2024