Risiko ‘Menyiksa’ Mobil LCGC Bawa Muatan Barang sampai Luber

Jakarta –

Kendaraan LCGC berpelat nomor KP kelebihan beban dan ‘disiksa’. Inilah resiko membawa kargo besar seperti LCGC.

LCGC (Low Cost Green Car) merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Bisa juga digunakan untuk membawa barang, tapi tentunya muatannya wajar. Tidak suka mobil LCGC dengan dokumen KB yang diposting oleh akun komunitas X innova. Antrean mobil seolah ‘disiksa’ untuk membawa muatan lebih banyak.

Kargo memenuhi atap, interior, dan bagasi. Kebanyakan dari mereka berukuran besar dan membutuhkan banyak tali untuk mengikatnya agar tidak jatuh saat mengemudi. Selain itu, bobot barangnya juga tampak tinggi. Dari samping terlihat mobil tersebut mengalami kecelakaan.

Tentu saja kapasitas muatan mobil memiliki keterbatasan. Service Manager Toyota Plaza Parman Suanda menjelaskan, pihaknya memperhitungkan berbagai aspek seperti kondisi pembebanan mobil, kekuatan, struktur mobil, stabilitas, dan gaya pengereman. Jika beban beban terlalu berat, terdapat resiko kerusakan pada banyak bagian.

“Melebihi beban maksimum kendaraan dapat mengakibatkan kerusakan kendaraan, penurunan kinerja, dan bahaya keselamatan.” Sopir sekaligus penumpang, jelas Barman saat dihubungi detikOto, Senin (5/2/2024).

Jika disalahgunakan seperti KB bernomor LCGC, banyak komponen termasuk suspensi dan bantalan beban yang bisa rusak. Tidak kalah pentingnya, kendaraan LCGC dikenal dengan rekor efisiensi bahan bakarnya.

“Beban yang besar dapat menurunkan performa mesin dan mempengaruhi kualitas oli,” kata Burman.

Menurut Burman, kepala bengkel Auto2000 Subarna LCGC juga memaparkan risiko kerusakan komponen akibat beban berlebih pada kendaraan. Subarna mengatakan kaki, roda, yang terburuk, api. Ban dan ban cepat aus, kata Subarna. Bagian lain juga mudah rusak.

Shock breker awal bocor, selongsong bawah, selongsong atas cepat aus, pengikat cepat aus. Mesin hidup terus di bawah beban berat. RPM mesin tinggi juga akan mematikan. Subarna, kontak.

Sekadar informasi, sebagaimana disebutkan dalam pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Menteri Perhubungan Nomor PM 60 Tahun 2019, dalam keadaan tertentu pengangkutan barang dengan kendaraan bermotor dapat menggunakan mobil penumpang, bus, atau sepeda motor.

Syarat-syarat khusus yang dimaksud adalah : – Ketersediaan kendaraan barang – Lalu lintas lancar, dan – Syarat lainnya.

Mobil penumpang harus memenuhi persyaratan khusus seperti ruang muatan dan/atau ruang khusus muatan, barang yang akan dimuat dalam ruang muatan tersebut dan jumlah maksimum barang yang akan diangkut. Jenis kargo. Mobil. Jangan lupa untuk memperhatikan keselamatan di perjalanan.

Pada ayat 7 dijelaskan bahwa pengangkutan barang dengan menggunakan mobil penumpang, bus atau sepeda motor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memperhatikan keselamatan dan keamanan penumpangnya. “Apakah pemerintah akan menaikkan harga mobil LCGC, apakah akan menyulitkan masyarakat?” Tonton videonya. (Kering / Timah)